Skip navigation

Di sela2 menikmati sore sambil nonton berita di teve… tentang penyalahgunaan situs pertemanan Facebook..

Manusia diciptakan sebagai makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri. Implementasi dari fungsi sosial ini salah satunya adalah berteman. Dalam kehidupan sehari2, dr kecil hingga dewasa, manusia tidak bisa dilepaskan dari kata berteman. Dan manusia cenderung  memilih teman yang mirip dengannya dalam hobi, kecenderungan, pandangan dan pemikiran. Namun ada kalanya, kita bisa saja salah dalam memilih teman.

Berteman dengan orang yang salah, disadari atau tidak,bisa berimpact negative yang sangat panjang. Berteman dimulai dari proses mengenal, lalu bertukar pikiran, berbagi perasaan dan berbagi solidaritas. Proses berteman bisa semakin cepat terjalin jika memiliki masalah yang sama. Hal ini banyak terjadi di kalangan anak2 usia sekolah pra remaja yang masih mencari identitas diri. Dengan latar belakang yang sama semisal sama2 memiliki keluarga yang broken home, sama2 kurang mendapat kasih sayang krn orangtua sibuk bekerja, sama2 bosan di rumah hanya ditemani pembantu, biasanya anak2 ini menjadi cepat akrab. Tetapi fakta yang terjadi di lingkungan kita, walaupun tidak semuanya benar, seringkali pertemanan itu justru malah menjerumuskan mereka sendiri ke solusi yang salah. Alih2 memiliki problem yang sama, beberapa diantara mereka malah memilih narkoba atau pergaulan bebas menjadi solusi instan.

Dan seiring dengan semakin meningkatnya tingkat stress dan semakin kompleksnya permasalahan di kota2 besar, permasalahan ini sekarang sudah bukan hanya milik anak2 usia sekolah saja. Permasalahan ini sepertinya sudah merambah juga ke usia yang lebih tinggi seperti mahasiswa dan pekerja kantoran. Tentu saja dengan kadar dan kondisi yang berbeda tapi dengan substansi yang kurang lebih sama. Parahnya, hal ini justru tidak kita sadari karena kita merasa sudah dewasa dan merasa bebas dari kesalahan seperti itu.

Teman, disadari atau tidak, sangat memberikan pengaruh yang luar biasa untuk perkembangan mental dan pikiran kita. Nilai nilai bisa bergeser atas pengaruh dari teman. Apa yang dulunya kita anggap salah, perlahan2 bisa kita anggap abu abu. Berawal dari tahu latar belakang, lalu simpati, lalu maklum, lalu nilai yg kita anut pun bergeser dan bisa bisa kita malah ikut meyakini bahkan ikut melakukannya. Seringkali atas nama simpati, kita menjadi kehilangan objektivitas Dan proses itu berjalan sangat smooth yang bahkan kadangkala tidak kita rasakan sama sekali…

Mungkin kita tdk akan terpengaruh di hal2 yang notabene sdh jelas mana yang benar dan mana yang salah, tetapi kebanyakan yang terjadi di usia dewasa adalah pergeseran pola pikir yang belum tentu benar arahnya.. Alhamdulillah jika kita bisa menularkan hal positif ke teman2 terdekat kita, tetapi bagaimana jika justru kita yang terpengaruh dengan hal negatif..

Tidak hanya itu saja impact dari salah berteman. Ada sebuah perumpaman, berteman dengan orang yang salah seperti berteman dengan orang peminum. Ada 2 akibat sekaligus yang akan kita dapat. 

  • Kedalam,  perlahan kita menanamkan di otak bahwa “minum itu biasa”. Itulah ‘kekuatan’ pengaruh teman seperti yg dibahas sebelumnya. Rasul kita pernah bersabda, jika diibaratkan, lebih baik kita memilih teman penjual parfum karena kita akan ikut harum. Ini karena teman sangat membawa pengaruh untuk pribadi kita, sedikit banyak, dan disadari ataupun tidak..
  •  Keluar kalau kita dikenal sebagai teman peminum, tdk peduli kita ikut minum atau tidak, sebagian besar orang pasti menganggap kita juga peminum. “Seseorang itu berada pada agama teman karibnya. Maka hendaklah salah seorang di antara kalian melihat siapa yang menjadi temannya” (HR Abu Dawud, Tirmidzi dan Ahmad). Karena anda adalah siapa teman anda..

Karena itu memilih teman sama dengan memilih pengaruh apa yang akan kita dapatkan untuk pikiran kita sekaligus memilih siapa diri kita sendiri.. Memilih Teman, Memilih Pengaruh, Memilih Pribadi. So, berhati2lah dalam berteman kawan..

(menyadur sebagian dari ulasan di televisi tadi, dedicated to all my bestfriends)

3 Comments

  1. Ok! smg sukses selalu menyertai…

  2. Nice post Pak,

    Milih temen sekarang harus selektif, lebih baik kita memilih teman yang bisa mengkonstruktif diri kita terlebih dahulu, setelah kita sudah “mampu” baru kita bisa berteman dengan teman yang lain untuk mengkonstruktif mereka, jadi sifatnya take and give. karena menurut saya jika kita tidak teguh dengan siapa kita berdiri akan mudah terpengaruh

    keep posting and share Pak

    Andi Nurrachman

  3. berteman… diri sendiri harus punya prinsip,, makanya kedekatan ortu dg anak mutlak_krna cari teman pun kudu bner2 cari teman/selektif ga smbrng milih,, setuju>>memilih temen_memilih pengaruh_memilih pribadi !!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: