Skip navigation

Hidupnya sederhana
Kerjanya hanya sebagai seorang pegawai negeri
Rendahan
Namun dia sangat berdedikasi
Hari-harinya hanya diisi dengan kerja, lembur dan lembur
Pengabdian katanya

Anaknya banyak, tidak tanggung2 : 6 orang.
Bukan karena tidak tahu diri dengan keadaan ekonomi tapi karena dia sangat mencintai keluarganya.
Gaji bulanannya tentu tdk mencukupi untuk membiayai kebutuhan anak2nya.
Sehingga diapun terpaksa mencari tambahan kesana kemari
Membantu mnyediakan kebutuhan org2 di sekitarnya, mulai rokok, baju, sarung hingga televisi dan sepeda motor
Istrinyapun sampai membuka toko kecil2an disela kesibukan mengasuh semua anak2nya
Semua pengeluaran dihitung dengan cermat, dicukup2kan
Sampai ta terpikir untuk kelayakan diri sendiri.
Hidup sehemat2nya demi berusaha untuk menyekolahkan semua anaknya setinggi mungkin.
Agar kelak hidup mereka tdk sesulit dirinya.

30 tahun akhirnya berlalu.
Keenam anaknya memang sudah jadi orang semua.
Namun banyak hal terjadi diluar bayangannya.
Sarjana jaman sekarang tentu tidak seperti jaman dulu.
Hidup jaman sekarang tdk semudah hidup di eranya dulu.
Kebahagiaan dan kebanggaan tidak bisa sekedar diukur dari materi.
Berbagai masalah menjadi bagian dari hidup anak2nya
Dan itu tetap menjadi beban pikirannya hingga kini.

Sampai satu saat..
Tubuh kecilnya harus terbaring di rumah sakit
Dokter mendiagnosa ada masalah di usus karena 30 tahun menahan urusan belakang di setiap pagi.
Terburu2 apel pagi dikantor dan mendahulukan anak2nya yg banyak yg harus berangkat ke sekolah.
Luar biasa.
Impact dari perjuangan masa mudanya.

Dan alhamdulillah operasinya dilancarkan.
Dokter berpesan agar mengurangi makan dan memperbanyak serat
Pun tubuhnya menjadi kian kurus saja..

30 tahun memang sudah berlalu.
Namun ia masih seperti yang dulu.
Semangat kerja kerasnya terpahat di setiap kerut wajahnya
Jiwa bersahajanya tak pernah bisa pudar.
Dia masih lebih suka memakai baju2 murah.
Baju2 usang..
Baju2 bagus pemberian anak2nya selalu tertumpuk dilemari.
Alasannya : eman2, masih ada yang bisa dipakai.
Bahkan kadang dia terpaksa bersitegang dengan anak2nya.
Yang malu dengan tetangga melihat ayahnya keluar memakai kaos ta layak
Kaos kedodoran yang membungkus tubuh kurusnya.
Yang sudah kecoklatan dan tidak layak pakai.
Bahkan kadang berlubang.
Seolah anak2nya tdk mengerti dan tidak pernah membelikan baju layak untuk orangtuanya…
Tapi dia selalu saja bersikeras bahwa dia sudah bahagia dengan ini

Dan orang itu adalah…
Ayahku..
Selamat Ulang Tahun ke 71 Bapak
Semoga engkau selalu sehat, makin dekat dengan Allah dan bahagia
Bahagia menjalani hari2mu

Ibu, keenam anak2mu,ketiga menantu dan keempat cucumu tidak pernah berhenti mendoakanmu agar engkau selalu sehat.
Amin.

*ditulis saat terpekur. Saat engkau menasehatiku..
Bapak sudah cukup bersyukur. Simpanlah saja uangmu. Karena suatu saat kamu menikah dan butuh banyak biaya.. 
Bapak ingin saya segera menikah? Saya hanya ingin membahagiakanmu dulu Pak..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: