Skip navigation

Jam weker sukses membuat saya terjaga dari tidur lelap saya. Menandakan jam udah menunjukkan pukul 3 dini hari. Sudah waktunya sahur dan sayapun bersegera keluar kost untuk antri membeli makan sahur.

Mata sungguh masih mengantuk. Hingga sampai di ujung gang ada seorang bapak tua yang berusaha menghentikan laju motor saya. Dengan kebingungan dia berucap ” Nak, kulo saking luar kota, badhe dateng…”. Namun belum selesai dia berucap, seorang ibu, yg yang juga tua, memotong pembicaraan kita dan berucap “Udah nak, gpp lewat saja. Ayo pulang Pak”. Sambil memberi kode jika bapak tadi sudah mulai pikun jadi tidak perlu dihiraukan..

Namun saya terus terbayang2 dengan sosok bapak tua tadi. Wajahnya begitu lugu dan kebingungan. Sangat lugu. Bahasa jawa kromo halus yang dipakainya makin membuat saya trenyuh, iba dan keluarlah sederet rasa kasihan saya. Wajah lugu bapak tua tadi sungguh membuat saya menjadi ingat dengan ayah saya. Akankah suatu saat akan seperti itu. Saya tidak cukup berani membayangkan.

Dan sayapun jadi teringat pesan blackberry messenger yang saya terima dari sahabat saya tadi pagi

Pesan AYAH dan BUNDA untuk anaknya :

• Jika aku tua nanti ; mengertilah terhadapku.

• Jika aku berulang-ulang mengatakan sesuatu ; bersabarlah mendengarkanku ; jangan memutus pembicaraaanku ; walau sudah bosan telingamu.

• Jika aku seketika lupa pembicaraan kita ; berilah aku waktu untuk mengingatnya ; Bagi ku apa yang dibicarakan tidaklah penting ; asal kau ada mendengarkan di sampingku.

• Saat kau kecil ; aku harus mengulang cerita ; yang telah beratus kali ku bacakan ; agar kau tertidur dan gembira.

• Rengkuhlah jemariku ini ; beri aku perhatianmu yang tak pernah henti.

• Kalau aku perlu kamu untuk memandikanku ; janganlah marah padaku ; ingatlah sewaktu kecil ; aku harus memakai seribu cara untuk membujukmu.

• Kalau aku tak paham informasi dan hal baru ; janganlah mengejekku ; ingatlah dahulu ; aku harus bersabar menjawab setiap “Mengapa” dari mu ..

• Jika nanti aku lemah dan tak sanggup berjalan lagi ; ingatlah saat kau dulu ; belajar menapakkan kaki.

• Ulurkanlah tanganmu yang masih kuat ; untuk memapahku ; seperti saat aku dulu mendampingimu.

• Kini ; temani aku jalan ; sisa usiaku berikan kasih tulusmu ; kan ku balas dengan rasa syukurku ; serta cinta tak terhingga untukmu.

• Kelak kan tiba waktuku untuk pergi ; panjatkanlah selalu do’amu kepada ZAT YANG MAHA TINGGI ; karena permohonanmu bagai sambaran kilat yang menerangi cahaya dalam kuburku.

• Jangan kau tangisi dan ratapi aku ; dengan kesedihanmu ; berdo’a dan perbanyaklah amal bhaktimu ; jadilah anak yang Sholeh dan engkaulah yang menjadi pelita dalam kuburku.

• Jadilah Orang yang berbhakti, isi hidup dengan hal yang berarti ; agar kelak ALLAH akan mempertemukan kita kembali berkumpul ditaman Surga-Nya yang abadi .. Amin…

*….:(

One Comment

  1. ayah-bunda segalanya buat gua,, slalu ada buat gua dsaat sedih-senang,, sungguh tepat baca ini !!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: