Skip navigation

Itulah pertanyaan yang sudah sering mampir ke telinga saya. Seperti halnya juga pertanyaan2 ini.  Cilacap itu Jabar atau Jateng sih? Cilacap itu sebelah mana sih? Di peta ada ya? Kalau org Jateng si insyaallah sudah pada tahu, tapi karena banyak kerabat dan teman teman saya orang luar Jateng, wajar pertanyaan ini muncul ketika saya menjawab pertanyaan mereka sendiri. “sekarang kamu dimana?”

Cilacap berada di sisi paling barat – selatan dari propinsi Jawa Tengah. Lantas, ada apa di Cilacap? Itulah pertanyaan berikutnya. Sebagai seorang newcomer, berikut sesuatu yang bisa diceritakan tentang Cilacap. Sepengetahuan saya saja sih. Sekali lagi sebagai orang yang baru ditugaskan di kota ini selama 6 bulan.

1. Nusa Kambangan

Saya kira mungkin nama ini malah lebih popular daripada kotanya sendiri. Seperti lebih populernya Bali dibandingkan Indonesia. Nusa Kambangan adalah sebuah pulau yang di dalamnya terdapat sebuah Lembaga Pemasyarakatan yang cukup kondang di negeri ini. Tercatat Bob Hasan dan Tommy Suharto pernah menjadi salah satu penghuni disini. Gayus atau Nazarudin mungkin menyusul? Entah, yg pasti penghuni disini adalah org2 yang cukup “berat”. Beberapa orang bahkan menjuluki tempat ini sebagai Alcatraznya Indonesia.

Saya sendiri pernah mencoba mampir kesini. Tapi mungkin saat ini sedang ada kasus besar, jadi penjagaannya sangat ketat. Bahkan perahu yang saya tumpangi, untuk menepi saja tdk boleh. Dari depan pintu gerbang, saya bisa melihat jalan berliku yang cukup panjang menuju LP. Lokasi gerbang dan LPnya ternyata masih sangat jauh

Walau begitu, saya tidak kecewa. Nusa Kambangan tdk hanya berisi LP. Seno, nelayan yang mengantar saya keliling dengan perahunya, mengajak saya ke sisi Nusa Kambangan yang lain. Saya diturunkan di sebuah dermaga kecil, yang  didepannya ada papan nama bertuliskan Pos Pertahanan AD di Nusa Kambangan. Lah? Maksudnya? Mas bisa jalan terus kesana nanti mas disana bisa ketemu Pantai dan Benteng. Begitu penjelasan Seno.

Oke, setelah melewati hutan2 kecil sepanjang kurang lebih 1 km, sampailah saya di sebuah persimpangan. Kalau terus ke benteng, kalo belok kiri ke pantai. Saya putuskan ke benteng dulu. Namanya Benteng Pendem. Benteng peninggalan Belanda. Luasnya tdk besar, tetapi tetap seperti kebanyakan bangunan2 lama, benteng ini terasa menyimpan berbagai misteri. Konon kata Seno, didalamnya ada terowongan yang menghubungkan Pulau Nusa Kambangan dengan pulau Jawa.  

Perjalanan dilanjutkan ke pantai. Pantai Karang Bolong namanya. Karena di depan pantai berpasir putih itu ada sebuah karang yang lubang (bolong=lubang, jawa). Selesai mengambil dokumentasi sekedar untuk kenang2an, saya melanjutkan perjalanan dengan perahu lagi. Maunya mengelilingi pulau ini, tapi sepanjang mata memandang hanya tebing, tidak menemukan pantai lagi untuk berhenti. Dan sampailah kita di ujung pulau dimana langsung berhadapan dengan laut lepas. Seno menawarkan lanjut atau balik. Hmm, balik saja deh. Jawab saya cepat. Siapapun yang berada di perahu sekecil ini berada di lautan lepas yang benar2 lepas pasti berpikir seribu kali. Sebenarnya masih ada pantai2 lain di sisi pulau yang sebelah sananya. Tapi mungkin akan saya kunjungi pada kunjungan berikutnya.

2. Pantai Teluk Penyu

Pantai ini adalah pantai yang pasti dilewati untuk menyeberang ke Nusa Kambangan. Disini banyak resto-resto yang menjual makanan seafood. Bagi yang terbiasa di pantai2 Bali atau Lombok, mungkin pantai ini terasa sangat biasa2 saja. Namun buat saya setiap pantai selalu menyiratkan sebuah kekuasaan maha dahsyat Yang Maha Kuasa.  #eh

 3. Hmm, apalagi ya?

4. Pertamina dan Holcim. Yaps inilah 2 perusahaan terbesar yang ada di Cilacap

5. GREK chocolate khas Cilacap, di Jl Rinjani –à nah ini kafe milik teman baik saya. Enak, recommended !

6. Kafe Daun Jl Pangsud, Tohjoyo Jl S Parman,  Manjabal Jl Perintis Kemerdekaan, Bakso Gepeng Jl Pemintalan, Sop Saudara depan pasar Sidadadi…

7. Empek2 Bu Ishak.  Nah ini juga milik teman. Tidak perlu jauh2 ke Palembang, cukup ke Cilacap sajah sudah bisa makan empek2 enak.

8. Mall juga ada. Tempat gaul anak Cilacap. Kata teman namanya The Rita Mall (baca : derita mall). Trus Pasar Besar Borobudur. Ada juga Giant dan banyak mall Indomaret dan mall Alfamart J

9. Trus apalagi ya?

10. Sepertinya masih ada tempat2 yang perlu dikunjungi…

11. Ohya bahasa yang digunakan ikut klan ngapak..

Sekian laporan dari Cilapop, bumine inyong. Tidur dulu supaya bisa bangun sahurr

2 Comments

  1. Cilapop? Hahaha what a name..
    Sepertinya udah betah di Cilacap sekarang?

  2. Heheh… Bingung jawabnya kwkwkw. Sementara ini betah dung.. Hehe


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: