Skip navigation

Entah mulai kapan istilah backpacker mulai muncul di negeri kita ini. Sampai populer spt sekarang. Sampai jadi salah satu aliran dlm travelling disamping aliran koper (kalo pake tas jinjing entah masuk yg mana). Jadi judul buku (krn ada penulis terkenal di topik ini), acara teve, bahkan dijadikan identitas, gaya hidup ato dituliskan sebagai hobby di CV CV  

Walaupun saya bukan backpacker2 banget, tp saya rasa backpacker adalah hobby yang sangat positif. Saya jadi rindu backpackeran. Sudah lama sekali saya tidak melakoninya
Pun, saya rindu dengan kawan2 backpacker saya di couchsurfing. Mereka tanpa disadari mengajarkan saya banyak sekali hal. Mengajari saya dengan segala kebiasaan dan tingkah tanduk mereka. Mengajari saya tentang makna hidup. Sebegitunya? Yak

1. PERJALANAN – KEHIDUPAN
Backpacker adalah tentang perjalanan. Ada berangkat ada pulang. —- > Hidup sebenarnya juga adalah perjalanan, ada lahir, dan ada mati. Ada saat hadir ada saat pergi. Seharusnya kita selalu sadar ada kematian di ujung hidup ini. Agar kita tahu apa makna dr perjalanan dan kehidupan

2. BERENCANA TP FLEKSIBEL
Saya selalu terkesan dengan kawan2 backpacker yg selalu punya tujuan jelas, mau kemana, ngapain dll. Punya gambaran seperti apa daerah yg dikunjungi, apa saja yg menarik, yg murah beli dmn, siapa saja yg bs dihubungi. Tapi ketika ada hambatan atau kenyataan tdk sesuai dengan bayangan, mereka tetep nyante! —-> Hidup keknya sebaiknya juga begitu. Punya rencana tp enggak saklek. Jadi kalo ternyata tidak sesuai harapan ga setresss..๐Ÿ˜€

3. PUNYA TUJUAN
Yg pertama dr perencanaan diatas adalah tujuan. Seorang backpacker, sekere2nya, sebodoh2nya, secupu2nya, pasti punya tujuan. Spesifik walo tidak selalu detail. Ke bali, ke jogja, ke thailand, ke india dll. Mustahil backpacker tidak punya tujuan dan jelas, krn akan menghabiskan waktu dan biaya—-> sudahkan hidup kita punya tujuan yang jelas? Kalau belum, berarti slm ini kita hanya berputar2 menyia2kan waktu.
Merugi

4. TRANSPORTASI – USAHA
Setelah menentukan tujuan, backpacker akan mulai menentukan transportasi apa yang akan digunakan agar sampai ke kota tujuan. Pesawat, bis, kereta, atau ojek. —-> jika dlm kehidupan nyata, transportasi bs diartikan usaha. agar kita bisa mencapai cita2 kita perlu usaha. Mau usaha yg cepat, lambat, baik, jelek, semua tergantung usaha yang kita pilih.

5. SIAP BEKAL
Mereka orang2 backpacker selalu membawa bekal berupa keperluan2 utama saja. Seperti uang, baju,peta, kompas, alat mandi dan yang penting2 saja. Dipastikan tidak ada yang bawa televisi atau kulkas mgkn. —> Dalam hidup, sebaiknya kita mempersiapkan bekal yg benar2 berguna saja.
– Uang sepertinya bs diartikan semangat dan motivasi hidup. Tanpa semangat, hidup kita ga akan kemana2
– Baju bs diartikan harta. Harta memang perlu, tp tdk berlebihan. Backpacker tdk akan bawa tdk mgkn bw baju selemari. Yg sesuai kebutuhan saja. Semakin banyak baju semakin berat tas. Semakin banyak harta, semakin banyak yg kita tanggungjawabkan di akhirat kelak (cmiiw pak ustad)
– Peta bs diartikan agama. Tanpa agama, hidup akan tidak terarah
– Kompas bs diartikan ilmu. Tanpa ilmu kita tdk tahu mana yg baik, mana yg benar, mana yg jelek, mana yang salah.
– Alat mandi bs diartikan ibadah. Backpacker tetep wajib mandi ya bro.. Jorok bgt kemana2 ga mandi. Backpacker bs mandi dimana aja. Di terminal, di stasiun, di pinggir sungai dll ——> Hidup harus selalu dibarengi dengan ibadah. Sholat, puasa dll. Dimanapun harus dilakukan krn kewajiban. Bisa si tdk mandi tetepi badan jadi kotor. Bisa si tdk sholat tp jiwa jadi kotor๐Ÿ™‚

6. MENGHORMATI TEMAN SEPERJALANAN – KELUARGA
Mungkin saja backpacker sendirian. Asik malah. Ato mgkn mmg harus terpaksa sendiri. Sendiri atau rame2 tetep asik.Tp mgkn lbh asik berdua atau beberapa org. Untuk berbagi atau sharing slm perjalanan. —-> Teman seperjalanan artinya orangtua, pasangan kita atau keluarga kita. Merekalah org2 terdekat kita, seharusnya kita menghormati, peduli dan menyayangi mereka. Karena hidup jadi jauh lebih bermakna dengan kehadiran mereka.

7. PUNYA PEDOMAN – PEGANGAN HIDUP
Pernah denger backpacker tersesat? Bisa saja. Tetapi backpacker yang cerdas selalu punya panduan. Peta, GPS, internet. Kalopun tetap tidak mengerti atau bingung, mereka akan bertanya ke pusat informasi turis. Atau mau menyewa guide biar mudah. Ato kalo tidak, bisa juga tanya ke orang2 penduduk lokal setempat yang bisa benar bs juga salah. —-> Dalam hidup seharusnya kita juga punya panduan. Apalagi saat tersesat. Apa itu? AlQuran (peta). Ga ngerti maksudnya? Terlalu tinggi? Tanya kyai (pusat turis). Mau enak? Sewa guru (guide). Ato tanya ke saudara atau kawan2 sekitar (penduduk sekitar). Yuk maree.

8. MENIKMATI PERJALANAN – MENIKMATI HIDUP
Sebagai backpacker, kita tdk tahu pasti apa yg akan terjadi. Tiba2 hujan, keabisan angkutan, panas terik, badai, desak2an di bis, dipandang aneh pas terpaksa jalan di mall. Yg bs diselekan diselesekan. Yg bs diterjang ya diterjang. Yg tidak bs diapa2in ya diterima saja. Enjoy saja. Gimana lagi, semua harus dinikmati, yang penting nyampe tujuan. Enjoy aja, mo gimana lagi. Harus siap dengan segala situasi. Nikmati saja pemandangan sekitar lewat jendela kalo bete di bis. Percuma jauh2, capek2 kalo dibawa bete. Begitu kata orang2 backpacker. ย —-> Dalam hidup, akan selalu ada masalah. Akankah kita selalu mengeluh ga ada habisnya? Lebih baik kita nikmati saja dengan sabar. Pandai2 melihat nikmat untuk disyukuri. Toh semua akan berlalu dan jika kita dlm usaha (kendaraan) yg benar, kita akan sampai tujuan kita kok. Sabar..

9. BERSYUKUR
Mereka temen2 backpacker, kalo sampai di lokasi wisata biasanya diem duduk dulu menikmati keindahannya. Menghirup dalam2 udaranya dulu. ‘Subhanallah, keren banget ya tempat ini’. Nah, beda banget ma saya yang kalo nyampe lokasi langsung histeris, nyerahin kamera ke sapa aja di depan saya, minta dipotretin dan langsung pasang pose2 narsis. *km juga? Eh? —-> dalam hidup, sebaiknya kita juga jgn lupa selalu bersyukur setiap kali dapat nikmat. Bilang alhamdulillah. Bukan malah lgsg update status di fb atau twitter. *jleb

10. HEMAT – KESEDERHANAAN
Hmm, kalo ini pasti lah. Tp eits, backpacker bukan berarti orang2 ga punya duit, kere ato pelit. Ini masalah efektifitas. Dan juga kenikmatan (jiah). Tp bener. Buktinya ada artis lo yang suka backpackeran. Artis! Saya beruntung bisa mengenalnya pas backpackeran ke pulau seribu. Kebetulan. Baru kali itu serumah ma artis. Ternyata artis ya podo ae ya kalo lagi nggembel haha.. ย Jadi tempat wisata yg indah tidak selalu didapatkan dengan harga yg mahal—> kalo yg saya terjemahkan dlm hidup, sebenernya kebahagiaan itu tdk selalu didapatkan dengan uang yang banyak. Kebahagiaan bs didapatkan dengan kesederhanaan. Artinya jangan mengejar harta segitunya kalo niat untuk bahagia. Krn bahagia tdk selau didapatkan dari harta yg banyak.

11. MENGHARGAI SESAMA
Mereka orang2 backpacker kebanyakan ramah2. Baru ketemu sudah jadi akrab. Tidak malu2. Gampang akrab. Seperti yg dikatakan diatas tadi, dari artis yg jadi kere ampe yg bener2 kere, bisa kumpul jadi 1. Guyub —-> Dalam hidup, asik ya kalo kita bisa guyub ma org2 di sekitar kita. Semoga kita bisa saling bekerjasama dan menghargai satu sama lain, dengan berbagai macam perbedaan.

Hmm. Ada yang mau nambahin?
Terima kasih kawan2 backpacker. You’re always inspiring..
*dedicated to all backpacker in the world

Perjalanan : Kehidupan
Backpacker : Manusia
Tujuan : Cita cita
Transportasi : Usaha
BEKAL
Uang : Semangat dan motivasi
Baju : Harta
Peta : Agama, Al Quran
Kompas : Ilmu
Mandi : Ibadah
Teman Seperjalanan : Orangtua, Pasangan, Keluarga
Tourist Information : Kyai
Guide : Guru
Penduduk Lokal : Kawan dan org2 di sekitar kita
Cuaca, kondisi di jalan : masalah hidup

5 Comments

  1. nice share…. d (^_^)

  2. keren… perlu di contoh !!

  3. backpacker itu kenikmatan yang tak terjamah dari apapun juga, hiduplah dengan mimpi dan kejar sama seperti backpacker, berencana kesuatu tempat lalu berusaha mencari jalan dan sampai tujuan๐Ÿ™‚ salam ransel,

  4. @ilham ardi : terima kasih masbro
    @ega : syipp.. Saling mencontoh yaa
    @weedee : sepakat. Bgt. Hehe

  5. saya suka…


One Trackback/Pingback

  1. By Filosofi Backpacker « Jakarta Jalan-Jalan on 21 Mei 2012 at 12:12 pm

    […] Penduduk Lokal : Kawan dan org2 di sekitar kita Cuaca, kondisi di jalan : masalah hidup ย sumber:ย  https://manusiabelajar.wordpress.com/2012/04/18/belajar-makna-hidup-dari-seorang-backpacker/ Monggo di shareLike this:LikeBe the first to like this post. Categories: Uncategorized | […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: