Skip navigation

ImageTana Toraja adalah salah satu tujuan wisata terbaik di Indonesia. Tana Toraja terkenal sebagai salah satu kekayaan budaya yang dimiliki oleh Indonesia dan dunia. Keunikan budayanya bahkan tidak dimiliki belahan dunia manapun. Karena itulah, setelah ada tugas meeting di Makassar, saya nekat datang kesini. Sendiri. Mumpung. Dan kapan lagi?

Perjalanan ke Tana Toraja bisa ditempuh melalui jalur udara dan darat.
– Kalau melalui jalur udara, bisa ditempuh melalui Aviastar, ditempuh selama 45 menit dengan biaya sekitar 300ribuan. Jadwal Penerbangan Makasar-Tutor Sabtu tiap sabtu 07:05. Kalo baliknya Tutor-Mks Kamis 14:15 (update 24 nov). Tiket bisa dibeli di bandara Hasanuddin atau di agent2 travel di sekitar Makassar. Jadwalnya hanya di hari tertentu. Seinget saya aja yg jumat pagi, yg lain ga keinget🙂. Tapi jika kondisi cuaca tidak menentu, lebih baik tidak menggunakan jalur udara. Paket pesawat kecil euy. Serem !

– Kalau melalui  jalur darat,  bisa ditempuh dengan armada bis malam seperti Litha, Bintang Prima, Bintang Timur, Manggala dll. Perjalanan ditempuh selama 8-9 jam dengan biaya sekitar 80-150rb (tergantung kelas). Tiket bisa dibeli di agent, atau amannya lgsg dtg ke Terminal Daya. Disana berjejer agen bus-bus, tinggal pilih. Bisnya bagus dan jarak antar kursinya jauh, jadi untuk perjalanan jauh selama 8 jam ga pegel. Jamnya juga bergantung dr armada masing2. Tapi kebanyakan malam hari, jam 20,21,maksimal jam 22.

Dan saya memilih jalur darat saja. Berangkat dr Terminal Daya Makassar jam 21 dan nyampe Tator jam 6 pagi. Sebaiknya pake jaket tebel ya karena dingin banget di Bis. Sebenernya ga perlu pake bis AC, krn kalau malam sudah dingin. Tapi waktu itu yg ada hanya itu, yawes. Yaopo maneh nda.

Ini busnya. Dari luar seperti bus2 pada umumnya, tapi setelah dilihat ke dalam, ada yang agak beda. Jarak antar kursi cukup jauh, ada semacam kursi tambahannnya untuk naruh paha. Sudah didsain untuk perjalanan jauh ke toraja ni, supaya tetep nyaman. aselole

ImageImage

Perjalanan Makassar – Toraja ditempuh cukup lama, 8 jam. Perjalanan cukup lancar, sampai mendekati Tana Toraja, kita harus melewati pegunungan yang menanjak dan berkelok-kelok. Mungkin buat anda yang ga terbiasa, akan pusing dan mual. So ada baiknya anda meminum obat anti mabuk perjalanan untuk jaga2. Tapi buat anda yang bisa menikmati perjalanan, pemandangannya keren abis. Ini salah satunya. Agak burem. Ya iya, la motretnya sambil goyang2 hehe

Image

Setelah turun dr bis di pool Lita di Jl Mappanyuki, kita nyampai di kota Rantepao. Hal pertama yg saya lakukan adalah mencari ojek. Sesuai info2 di internet, di toraja ini ada jasa ojek yang bisa mengantar kita keliling toraja. Info dr temen di Makassar, maksimal tarifnya 100rb. Ojek yg saya temui awalnya ngasi saya harga 200rb. Ta tawar 75 rb ga mau. Dia turun 150rb. Akhirnya deal 125rb. Yah, let’s see

Ohya, jangan lupa beli tiket bis balik. Saya beli yang jam 1 siang. Saya pikir cukuplah disini selama kurang lebih 6 jam. Saya hanya pilih 3 tempat wisata yang paling utama. Let’s go

Ini adalah obyek2 wisata yang saya kunjungi.

1. KETE KESU

Kete Kesu
    HTM : free
Ini adalah obyek wisata utama di Tator, landmarknya Tator gitu lah. Kalo di tivi2 ada acara atau berita tentang toraja, pasti ngeshoot lokasi ini. Berupa sederet tongkonan (rumah adat Toraja) yang digunakan untuk tempat tinggal. Tempat wajib untuk foto!

 Image

Ini aseli di Toraja, bukan di anjungan Taman Mini Indonesia Indah😀.

Di area belakang area rumah adat ini sebenarnya juga ada bukit yang isinya pemakaman. Kata tukang ojek yang sekalian saya tahbiskan jadi guide saya tadi, lokasi ini salah satu lokasi pemakaman tertua di toraja.Tapi lebih baik kita liat di lokasi kedua tar ya mas. Okai, manuttt mas

2. LONDA

Londa
 HTM : Rp 10.000, sewa lampu gua Rp  30.000, guide Rp 10.000 atau seikhlasnya.

Londa adalah obyek wisata berupa pemakaman di gua. Sesuai info dari pak ojek tadi (yg sekalian saya tahbiskan sebagai guide pribadi saya :D) dan guide setempat, Pak Samuel, Gua Lemo dibagi 3 bagian. Paling bawah untuk makam rakyat biasa, tengah untuk rakyat menengah dan paling atas untuk kaum bangsawan.

ImageDi Tana Toraja ini, kematian adalah suatu peristiwa sakral yang wajib untuk diupacarakan. Dan upacara kematian disini heboh banget. Untuk rakyat biasa aja, perlu menyembelin 1 ekor kerbau. Belum lagi yang bangsawan, bisa sampai 100 ekor kerbau. So, biasanya jenazah tdk langsung dikubur sambil menunggu ada dana upacara. Jadi, sementara ditaruh di atap rumah (wew, serem rek)

 Untuk mengenang org yg meninggal tsb,  dibuatkan boneka atau patung yang mirip dengan jenazah saat hidup. Boneka itu ditaruh di sekeliling atau di depan gua. Patungnya ya lumayan mirip lo, ga kalah ma patung lilinnya Madame Tussaud di Bangkok😀

Nah setelah pak samuel selesei memberi opening, segera masuklah kita ke gua. Samlekomm!!  Waw, bulu kuduk lgsg berdiri. Gimana enggak, tengkorak dan tulang belulang bersebaran dimana2. Ampun.

ImageImage

Pertama masuk, ada 2 tengkorak berjejer. Konon katanya ini adalah sepasang muda mudi yang sedang memadu kasih, tapi tidak direstui orang tua karena masih ada ikatan saudara, sepupu kalau tidak salah. Akhirnya mereka sepakat untuk sama2 gantung diri, berharap cinta mereka abadi di alam sana *ea..  dan masyarakat memakamkannya disini. Romeo Juliet versi Toraja *colek hanung bramantyo, bikinin filmnya dong ombroo

Sedangkan ini adalah persembahan dari keluarga untuk arwah yg uda meninggal. Rokok. Di dunia, rokok itu merugikan kesehatan. mungkin disana sehat-sehat aja kali ya? *dipikir karo mlaku ae wes

Image

Dan ini adalah barang2 kesayangan jenazah saat masih hidup. Baju, alat2 makan dll. Ini sih yang ada di lantai dasar alias untuk rakyat biasa. Untuk yg kaum bangsawan yang di bagian atas sana, bisa jadi yg ditaruh adalah berupa emas berlian. So makanya ditaruh diatas yg tersembunyi. Wah ada harta karun diatas sana cuy. Tapi sapa juga yg berani ngambil? Hii

Image

3. LEMO
ImageHTM : Rp 10.000
Ini juga tempat pemakaman. Tetapi bedanya tempatnya ada di dalam bukit. Kalo di Londa tadi di dalam gua. Jadi kalo di Lemo ini,  bukit dilubangin membentuk kotak, trus diberi pintu didepannya. Trus jenazahnya dimasukin deh kesitu.

Kata pak samuel, makam ini yg paling lama prosesnya. Ya iya, ngelubangin tebing batunya aja uda susah dan lama. Belum lagi dananya. Pasti mahal naudzubillah.

Jadi… kalo coba saya simpulkeun, based on cerita mas dan bapak guide tadi, masyarakat toraja itu kalo meninggal, dimakamkan dengan 5 jenis cara pemakaman yang berbeda. Disesuaikan dengan lokasi tempat meninggalnya (apakah disekitarnya ada kuburan batu, kuburan gua atau hanya ada tanah pemakaman biasa) dan tentunya dana yang dimiliki oleh keluarga. 5 jenis cara pemakaman itu :

1. Kuburan di gua (contoh Londa)
2. Kuburan dinding batu (contoh di Lemo)
3. Rumah batu (bikin sendiri, bikin lubang dari semen yg bisa dibuka tutup. biasanya orang kaya)
4. Kuburan pohon (untuk bayi)
5. Tanah biasa dgn digali (spt umumnya di jawa)

ImageImageImage

Masyarakat Toraja emang luar biasa. Unik! Setelah dr Lemo, kita kembali ke kota Rantepao. Kotanya panas, cukup rame tp indomaret alfamart hampir tdk terlihat hehe (pengen sekedar mampir beli teh dingin, panas). Di sepanjang jalan, banyak berlalu lalang becak motor khas Toraja. Ini becak motornya

Image

Ta terasa uda siang, waktunya makan dan sholat. Karena disini mayoritas adalah kaum nashrani, saya diarahkan mas ojek ke rumah makan muslim di perempatan Mappanyuki. Keliling wisata uda, foto2 uda, makan uda, sholat udah. Eh tp ga lengkap rasanya wisata ke suatu daerah tanpa bawa oleh2 dan souvenir. Di sepanjang jalan Mappanyuki, di sebelah2 pool bus Litha tadi.banyak berderet toko souvenir. Bisa belanja tu sekalian nunggu bis datang. 

Souvenir utama disini adalah miniatur rumah tongkonan. Tersedia dlm berbagai ukuran. Juga ada yg dlm bentuk gantungan kunci. Ohiya, ada Kopi Toraja! Ini khas bgt, starbuck aja ampe ngambil sini. Dan ada juga makanan khas Toraja, tp lupa nanyain namanya tadi. Yang pasti rasanya manis. Kayak saya. *beuh

Image

Ta terasa uda jam stg 12. Bis uda datang, saatnya kembali ke Makassar. Cuman 5 jam-an keliling Tator tapi puass. Quality time at Tana Toraja. Ya emang ga perlu lama2 si, lagian siapa juga betah lama2 di kuburan hehe.. 

Ga nyesel jauh2 datang kesini. Kagumm! Budayanya kaya dan unik bgt!  Ohya thanks juga to tukang ojekku, sekaligus fotografer dan guideku. Sampeh ketemu lagi di lain kesempatan. Lancar ya rejekinya bang!

Good Bye Tana Toraja. Worderfull Indonesia!
*di bis Litha dengan musik Betharia Sonata nyanyi lagu2 bahasa Toraja. zzzZz

Tana Toraja, 23 Nov 2013

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: